500 an Orang Hadiri Seminar Penerbangan ATKP Medan

3

MEDAN – Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan menggelar seminar penerbangan 2017 yang bertajuk “Penguatan Kompentensi SDM Penerbangan Melalui Standarisasi Peralatan Alat Bantu Visual dan Navigasi Penerbangan di Bandar Udara”, Jumat (5/5) di ruang auditorium.

Hadir sebagai pembicara penulis buku Manajemen Bandara Udara, Djoko Warsito dan Direktur ATKP Medan, Rajokki Aritonang, ST, MSTr. Tidak kurang 500 an peserta turut hadir dalam seminar yang pertama kali diadakan di ATKP Medan tersebut.seminar

Dalam paparannya, Djoko menyebutkan, pertumbuhan transportasi udara di Indonesia sangat luar biasa, baik itu dari jumlah angkutan udara maupun jumlah dan frekuensi lalu lintas pesawat udara pengangkutnya.

“Pesawat udara adalah bagian terpenting dari penerbangan karena tanpa pesawat udara tidak akan ada penerbangan. Untuk itu, pesawat udara dan cara menerbangkannya terus dikembangkan dan disempurnakan,” katanya.2

Djoko menambahkan, banyak instrument pendukung dalam pergerakan pesawat udara mulai dari bandara asal hingga bandara tujuan. Dan semua instrument pendukung itu butuh pemeliharaan.

Ini semua dibahas secara rinci di buku kedua Manajemen Bandara. Diharapkan dengan adanya buku ini bisa membantu mahasiswa transportasi udara bisa memahaminya.

Sementara itu, Rajokki Aritonang, dalam paparannya menjelaskan, untuk mendukung itu, dibutuhkan SDM yang mumpuni. Oleh sebab itu, ATKP Medan mendorong tenaga pengajar untuk mengupgrade dirinya sebagai tenaga pengajar yang professional dan memiliki skill serta siap bertarung pada industri penerbangan nasional maupun internasional.

“Kita juga sedang mendorong mengubah nomenklatur agar ATKP Medan bisa mengubah dirinya menjadi Polieknik Penerbangan Sumatera,”ujarnya.

Diharapkan dengan adanya seminarnya ini bisa membangkitkan semangat taruna-taruni untuk belajar agar menjadi SDM yang tangguh di dunia penerbangan.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MOU antara ATKP Medan dengan penerbit buku Erlangga dalam hal perihal pemanfaatan segala sumber daya yang ada di kedua belah pihak yang berhubungan dengan pendidikan.(YL)